Mengenal Dayok Dabinatur Lengkap dengan Cara Pembuatannya

Sumatera Utara dikenal dengan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia serta memiliki beragam warisan kuliner, mulai dari yang tradisional hingga modern.

Tidak terkecuali di daerah Simalungun dengan makanan adatnya, dayok nabinatur. Makanan yang satu ini telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakatnya.

Dalam bahasa Simalungun, dayok berarti ayam dan nabinatur berarti yang diatur.  Jadi, dayok nabinatur merupakan masakan yang terbuat dari daging ayam dengan tambahan bumbu perasan batang (holat) sejenis pohon, seperti pohon sikkam. Lalu, penyajiannya dilakukan secara teratur.

Sampai saat ini, masyarakat Simalungun masih giat mewariskan kuliner ini dari generasi ke generasi. Tak heran jika masyarakat Simalungun yang merantau masih paham proses pembuatan dan penyajian dayok nabinatur. Mereka juga paham makna filosofis dari petuah-petuahnya.

Dahulu, kuliner ini hanya disajikan untuk raja-raja dan kaum bangsawan di zaman Kerajaan Simalungun. Juru masak yang meraciknya pun harus lelaki. Namun seiring berjalannya waktu, semua kalangan sudah bisa menikmati doyok nabinatur dan juru masak perempuan pun bisa meraciknya.

Dayok nabinatur tidak hanya kerap ditemui pada acara-acara adat Simalungun, tetapi juga pada acara penting keluarga, seperti perayaan saat ulang tahun, wisuda kelulusan, menerima pekerjaan, mengantar anak merantau, dan sebagainya. Dalam acara keagamaan di gereja juga biasa menyajikan kuliner ini.

Nah, buat kamu yang ingin membuat makanan yang satu ini, kamu dapat mengikuti resep berikut!

Resep Dayok Nabinatur

Bahan

- 1 Ekor Ayam Kampung Jantan

- 2 cm Holat Lengkuas

- 1 cm Jahe

- 5 batang Serai

- 5 siung Bawang merah

- 2 siung Bawang putih

- Daun salam secukupnya

- Lada secukupnya

- Cabe merah/rawit secukupnya

- Darah ayam yang ditampung jika kamu inginkan

Langkah Pembuatan

Cara Membuat Bumbu Masakan

- Perasaan Holat (silkam) sampai halus, kemudian tambahkan sedikit air supaya bisa diperas.

- Haluskan Holat dan ambil airnya saja.

- Campur dengan darah ayam (jika perlu, ketika ayam dipotong, darahnya ditampung).

- Campurkan daging cincang dengan darah dan air Holat. Campuran ketiga bahan itulah yang dinamakan hinasumba.

Penyajian

- Potong ayam dan kemudian bedah menurut sesuai adat Simalungun.

- Panggang ayam hingga matang.

- Ambil daging dari bagian dada lalu cincang hingga halus.

- Sisihkan daging dari bagian dada untuk dijadikan hinasumba.

- Haluskan semua bumbu-bumbu (lengkuas, jahe, bawang merah, bawang putih, lada) kecuali serai cukup dimemarkan.

- Tumislah bumbu yang telah dihaluskan di dalam kuali. Kemudian masukkan batang serai dan daun salam.

- Selanjutnya masukkan potongan daging ayam beserta bagian dalamnya. Masak hingga daging setengah matang.

- Ketika daging sudah setengah matang, bubuhkan kelapa parut yang sudah disangrai. Biarkan selama 30 menit sampai ayamnya benar-benar matang, lalu angkat.

Cara Penyajian

- Susun ayam di atas sebuah piring lonjong atau talam. Susunannya mulai dari kepala, bagian dalam, sayap, paha hingga bagian buntut.

- Taburi perasan Holat di sekeliling ayam yang sudah disusun tadi, lalu hidangkan.

Nah, itulah seputar penjelasan mengenai dayok nabinatur lengkap dengan resep cara pembuatannya. Selamat mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Marga Sianturi

Marga Suku Batak yang Ada di Sumatera Utara

Daftar Marga Suku Batak yang Ada di Toba Berdasarkan Abjad