Arbab, Alat Musik Tradisional Simalungun yang Terancam Punah

 

Musik tradisional adalah alat musik yang dimainkan dalam acara kebudayaan seperti upacara adat dan lainnya. Dalam dunia musik, dikenal klasifikasi alat musik berdasarkan sumber bunyi, bahan penggunaan dan lain-lain.

Salah satu alat musik tradisional yang akan dibahas kali ini adalah Arbab. Alat musik ini merupakan alat musik tradisional khas Simalungun yang tergolong pada klasifikasi alat musik dawaii (senar) yang biasa dikenal dengan kordofan.

Cara Memainkan Arbab

Alat musik ini dimainkan layaknya biola dengan menggunakan busur. Namun terdapat perbedaan besar pada sikap pemainnya.

Biola dimainkan dengan cara meletakkan di bahu dan lengan, sementara Arbab dimainkan dengan meletakkannya apda posisi bersender pada 45 derajat, dan kaki pemain menahannya.

Pada umumnya Arbab dimainkan dalam ansambel musik kecil yang dilengkapi tiga musisi lain yang memainkan Husapi (alat musik jenis dawai) dan Odap (gendang kecil) serta piring yang berfungsi sebagai perkusi sekaligus pengatur tempo permainan.

Alat musik ini juga merupakan alat musik tradisional yang penggunaannya masuk dalam area ritual, yang harus memiliki konsentrasi penuh dan penghayatan dalam permainannya.

Pelestarian Arbab sebagai Alat Musik Tradisional

Penggunaan Arbab pada waktu belakangan ini telah mengalami penurunan intensitas. Hal ini dikhawatirkan dapat menghilangkan Arbab dan menyebabkan kepunahan dalam percaturan kesenian tradisional masyarakat Simalungun.

Untuk meningkatkan intensitas penggunaan Arbab selayaknya kita semua berusaha dan bekerja sama untuk melestarikan kesenian tradisional ini menjadi modal budaya dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Pelestarian Arbab tidak hanya menjadi tanggung masyarakat Simalungun saja, tapi juga seluruh etnis Batak, Indonesia. Arbab merupakan unsur kekayaan budaya tradisional Indonesia yang amat beragam.

Usaha-usaha untuk dapat Melestarikan Arbab

Usaha yang dilakukan untuk melestarikan alat musik ini sejalan dengan kebudayaan saat ini yaitu dengan beranggapan bahwa kedepannya Arbab dapat menjadi moral budaya penting bagi masyarakat dunia pada umumnya dan menjadi kekayaan budaya Simalungun pada khususnya.

Salah satu cara sederhana yang tepat, yang dapat dilakukan bersama untuk melestarikan Arbab adalah dengan belajar cara memainkan alat musik ini atau menggunakan ansambel musik Arbab dalam kesempatan acara-acara adat.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu usaha penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya tradisional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Marga Sianturi

Marga Suku Batak yang Ada di Sumatera Utara

Daftar Marga Suku Batak yang Ada di Toba Berdasarkan Abjad