Sejarah Marga Damanik

Marga adalah semacam klan yang diwariskan dari orang tua laki-laki kita. Bagi suku batak marga adalah hak yang diterima ketika baru lahir. Artikel kali ini admin akan mencoba memaparkan sejarah singkat tentang marga Damanik. Sembari membaca artikel ini, kamu juga dapat mendengarkan lagu chord satu rasa cinta untuk menemani kamu.

Sebutan Damanik muncul dari suatu perkembangan bahasa antara golongan masyarakat pada zaman permulaan. Dimaksudkan sebagai nama pengenal dari salah satu seorang anggota rombongan  yang tiba berlabuh dan berkemah di Batubara di daerah Kabupaten Asahan sekarang.

Yang diberikan gelar Damanik dalam legenda adalah seorang Parbapaan artinya seorang yang dituakan, tempat bertanya hal-hal yang diperlukan tentang sesuatu dalam ilmu yang terkandung pada alam semesta, dilihat dari Parhalaan, mempunyai ilmu pengobatan dan sebagainya. Pada zaman dahulu disebut dengan Datu (dukun).

Legenda Marga Damanik

Dari fakta sejarah menurut peradapan Simalungun dapat disimpulkan bahwa orang yang berketepatan sebagai Raja di wilayah masing-masing ternyata berasal dari satu keturunan Nenek moyang yang tiba di Batubara. Namun julukan Damanik (kependekan dari Datu parmanik-manik  = Damanik) nama julukan tersebut menjadi marga bagi generasi.

Pada satu generasi muncul 3 orang bersaudara berketepatan sama-sama Raja di wilayah masing-masing, terdiri dari:

  1. Raja Jumorlang (Kerajaan Jumorlang) dari jenis Marga Damanik (Bah Bolag) anak dari Sorotilu (Kerajaan Manakasian).
  2. Raja Namartuah (Raja Siattar) dari jenis Marga Damanik Bariba anak keturunan Marahsilu (Raja Nagur yang terakhir).
  3. Timoraja Damanik Nagur, sanak keluarga dari Raja-raja Nagur terdahulu.

Dari 3) jenis anak keturunan marga Damanik dalam peradaban untuk mengetahui dari antaranya siapa yang tertua, tidak terlihat lagi sebagai tanda-tanda pertalian dalam kekeluargaan tarombou. Tetapi dari sudut hubungan persaudaraan satu sama lain masih terdapat satu ketentuan dalam sebutan sebagai berikut:Damanik Bariba terhadap Damanik Bah Bolag, sering disebut Ompung (pengertian opung dalam istilah ini bukan seperti cucu terhadap nenek tetapi satu istilah menghormati kedudukan (pasangapkon bahasa Simalungun).

Damanik Nagur disebut abang kepada yang tertua atau Bapak, timbal-balik  artinya Damanik Nagur juga demikian halnya terhadap Damanik Bariba. Damanik Bah Bolag dan Damanik Nagur terhadap Damanik Bariba dipanggil Tuan tatapi Damanik Nagur juga dapat menyebut Abang kepada yang sebaya atau Bapak kepada yang tertua, umumnya dipanggilkan Tuan.

Jenis marga Damanik Bariba terdiri dari kelahiran 2 orang Ibu dengan satu Bapak bernama Raja na - Martuah isteri pertama Puang Bolon si Bou Napuan di pematang Sipolha memperanakkan Raja Uluan Damanik dalam tingkatan kelahiran yang tertua (Tuan Kaha). Isteri kedua ialah janda almarhum Raja Jumorlang, Bou Saragih Silappuyang Puang Bolon di Pematang Siantar memperanakkan Raja Namarangis  Damanik dalam tingkatan kelahiran anggini par tubuh (adik dalam tingkat kelahiran).

Dalam tarombo sering disebut Damanik Bariba yang berkediaman di Pamatang Sipolha Kaha ni partubuh, anggini harajaan. “Damanik Bariba” yang berkediaman di Pamatang Siantar menjadi pewaris mahkota kerajaan siantar. Dari perkawinan Puang Bolon Bou Saragih dari Raja Jumorlang memperanakkan seorang laki-laki, dibawak serta dalam perkawinan kedua kepada Raja Namartuah (Raja Siantar) dikenal, sesuai dengan jabatannya disebut Bah Bolag, nama Ariurung gelar Oppu Barita.

Hubungan pertalian antara Damanik di Pamatang Sipolha kepada Bah bolag, panggilan Ompung sebagai penghormatan, sebaliknya Damanik Bah Bolak kepada Damanik Bariba dari pamatang Sipolha panggilannya abang atau Ompung (dipanggil abang karena satu Ibu lain Bapak dan Ompung adalah panggilan penghormatan = pasangaphon).

Damanik Bariba dan Damanik Bah Bolag terhadap Damanik Nagur, kalau sebaya dipanggil Abang, yang tertua dipanggil Bapak, sebaliknya Damanik Nagur kepada Damanik Bariba dipanggilkan Tuan dan Damanik Bah Bolag dipanggil Abang kalau sebaya, yang lebih tua dipanggil Bapak.

Menurut Legenda keturunan damanik Nenek moyang yang pertama disebut Bariba suatu pertanda datang dari seberang lautan (=bariba). Dari antara ketiga anak keturunan generasi penerus, salah seorang tetap memakai marga yang pertama, sedangkan dua orang anak lainnya yang sama-sama munculpada masa yang bersmaan (sama derajat kelahirannya) memakai marga Damanik Bah Bolag sesuai dari jabatan yang dipangkunya yaitu anak keturunan dari Raja Jumorlang Damanik, sedangkan Damanik Nagur menyatakan dirinya anak keturunan generasi penerus dari keluarga Raja-raja Nagur yang pernah berkuasa ebagai Raja Nagur abtara tahun 500 – 1290 M.

Generasi penerus dari marga Damanik dalam tarombo diketahui menurut panggilan masing-masing menurut tempat, nama julukan dalam kemargaan diuraikan sebagai berikut:

Damanik

  1. Damanik Bariba anak keturunan Raja Namartuah Raja Siattar Pertama.
  2. Damanik Nagur (Bah Bolag) anak keturunan Raja Jumorlang yang menjadi anak tiri dari Raja Namartuah Damanik Bariba.
  3. Damanik Nagur anak keturunan dari rangka keluarga Raja-raja   Nagur terdahulu.

Damanik Bariba:

  1. Anak keturunan Raja Uluan, Pamatang Sipolha di negeri Sijambur - Ajibata dan sebagainya.
  2. Anak keturunan Raja Namaringis Raja Siattar di Pematang Siantar, Marihat,
  3. Anak keturunan Partuanon Pamatang Bandar
  4. Anak keturunan Partuanon Pamatang Sidamanik
  5. Anak keturunan Parbapaan di Batubara (Damanik- Batubara) Dolog Malele, Bangun, Naga Huta, dan seterusnya.
  6. Anak keturunan Parbapaan di Pulau Raja Damanik – Simargolong).

 Damanik Bah Bolag:

Anak keturunan Raja Jumorlang diberi nama Ariurung Oppu Barita jabatan Bah Bolag (penguasa lautan) menjadi marga Damanik (Bah Bolag) berada di sekitar Pamatang Siantar.

Damanik Nagur:

Anak keturunan Damanik Nagur, Damanik Usang, Damanik Sola, Damanik Rappogos, Damanik Melayu, Damanik Bayu, Damanik Sarasa, Damanik Rih.

Marga Damanik Nagur tersebut di atas pada umumnya berada di Pamatang Raya/Raya Kahean dan sekitarnya.

Marga Yang Tidak Boleh Menikah Dengan Damanik

Bagi suku batak tidak boleh menikah dengan yang sama marga. Itu adalah pantangan yang sangat fatal untuk dilakukan oleh suku batak. Contohnya marga yang tidak boleh menikah dengan damanik adalah pasaribu.

Demikianlah sebagai dasar pertalian hubungan Marga Damanik dari sejak semula sampai sekarang tetap hidup dalam peradaban Kebudayaan Simalungun pada umumnya, sebagai legenda marga Damanik pada khususnya. Ketahui juga yuk lagu chord runtah yang saat ini ramai di nyanyikan di kalangan masyarakat sekitar. Semoga bermanfaat.

 

Posting Komentar

0 Komentar